Minggu, 20 Oktober 2013

PAKET WISATA DESA CANGGU



Paket Wisata :
1.      Goa Surowono Rp. 4.000 / org

2.      Candi Surowono Rp. 3.000 / org

3.      Bendungan Canggu Rp. 3.000 / org

4.      Camping Ground Rp. 15.000 / org

5.      Pemandian Sendang Drajat Rp. 5.000 / org

6.      Permainan Flying Fox & High Rope Rp. 10.000 / org

7.      Sirkuit Mini Cross Rp. 3.000 / org

8.      Tour Guide 30.000 / pemandu selama 1 hari

9.      Kunjungan ke Cungkup 3.000 / org

10.  Paket Ambengan Rp. 15.0000 / org, min 40 org

11.  Home Stay Rp. 50.000 / room 1 hari

12.  Memancing Rp. 15.000 / org

13.  Outbound Rp. 50.000 / org, min 50 org

14.  Kunjungan ke Pusat Perikanan Rp. 5.000 / org

15.  Kunjungan Pusat produksi  makanan kas nila & lele crisp Rp. 10.000 / org, min 40 org

Oleh – oleh :

1.      Nila Crisp

2.      Lele  Crisp

3.      Ulat Sutra

4.      Antari

CP : Fariz 085 735 482 020

PERIKANAN SUROWONO


Surowono adalah tempat pusat perikanan di Kabupaten Kediri, seperti asal kata nama SUROWONO yang berarti Suro adalah ikan dan Wono adalah alas. Jadi dapat disipulkan bahwa Surowono adalah alasnya ikan atau hutan ikan. Untuk itu banyak warga surowono yang bermata pencaharian sebagai petani ikan dan hal tersebut membuat surowono kaya dengan potensi wisata dan mempunyai kuliner kas asal surowono yaitu nila dan lele crisp.

CUNGKUP SIDODADI


Cungkup adalah tempat pemakaman sesepuh sidodadi, bangunan ini terletak di dusun sidodadi desa canggu. kebiaasaan warga sidodadi setiap mau punya hajat mereka selalu berdoa bersama di cungkup. Kata juru kunci sidodadi bapak Sanusi " Biasane warga sidodadi lek badhe gadah damel niku mbeto ambeng di ujubne dateng mriki, tujuane dongo bareng ngirim leluhur ". untuk itu setiap punya hajat merupakan kebudayaan warga sidodadi untuk berdoa bersama di cungkup.

Jumat, 04 Oktober 2013

PETA DESA WISATA CANGGU " The Little Adventure "






THE LITTLE ADVENTURE

POTENSI WISATA DESA CANGGU

WISATA DESA CANGGU

1. Goa Surowono

Konon ceritanya terowongan Surowono adalah peninggalan kerajaan Majapahit. terowongan ini digunanakan sebagai persembunyian para raja, pada saat situasi lagi genting(peperangan). Adapula kabar adanya sistem pengairan dan irigasi yang dibangun di bawah permukaan tanah alas Surowono oleh kerajaan tersohor itu. Terowongan bawah tanah yang selalu terisi air nan mengalir. Hawanya sejuk berselimut rimbun bambu dan akar beringin yang semakin menguat. Terletak di Dukuh Surowono, Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Masyarakat setempat mempercayai bahwa selain candi dan pemandian, terowongan tersebut adalah awal peradaban dusun Surowono. Terowongan ini adalah terowongan air bawah tanah yang berjarak Sembilan Meter dari permukaan tanah. Mempunyai Dua sisi, yakni Utara dan Selatan. Terowongan sisi Selatan mengarah ke sungai. Terdiri dari Lima sumur dengan jarak antar sumur sekitar 50-100 meter. Mulut terowongan berbentuk kubah, mempunyai tinggi sekitar 160 – 180 sentimeter. Di beberapa bagian, ketinggiannya hanya 150 sentimeter. Bahkan di antara sumur Keempat dan Kelima jarak dasar terowongan dengan langit-langit hanya sekitar 60 sentimeter. Pada dinding-dindingnya banyak rembesan air, sehingga membuat ruangan selalu terisi air dengan ketinggian bervariasi mulai setinggi mata kaki hingga perut orang dewasa. Sedangkan terowongan sisi Utara fisiknya tak jauh beda dengan terowongan sisi Selatan. Namun hingga saat ini masih belum diketahui terowongan tersebut mengarah kemana. Juru kunci terowongan mengatakan tim penjelajah dari warga setempat tak bisa meneruskan perjalanan. Karena kadar oksigen di dalam terowongan sisi Utara lebih rendah daripada sisi Selatan.

2. Candi Surowono


Candi ini merupakan pemakaman Raja Wengker, saudara raja Rajasanegara. Raja Wengker
meninggal tahun 1388 Masehi. Pintu masuk candi ini letaknya di sebelah barat. Ukurannya
7.80 x 7.80 meter. Relief yang menghiasi candi ini diambil dari ceritera Arjunawiwaha

3. Wahana Outbound & Motor Cross



Area Outbound & Motor Cross desa canggu terletak di dusun Surowono tepatnya di sekitar goa 3 dan 4. Bagi siapa yang suka olah raga ekstrim bisa berkunjung kesini.
Tiket Flying Fox & High Rope ( satu paket permainan )
Hari Biasa = Rp. 10.000,-/org
Hari Sabtu & Minggu ( hr libur ) = Rp. 12.500,-/org

CP : FARIZKI 085 735 482 020

PROFIL

Profil Kepariwisataan Desa 

Batas Administrasi Desa Canggu termasuk dalam wilayah Kabupaten Kediri.
Dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
- Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Krecek Kec. Badas
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Tertek Kec. Pare
- Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Bringin Kec. Badas
- Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Klampisan Kec. Kandangan
Desa Canggu Berjarak sekitar 30 km dari Kantor Pemerintahan Kabupaten Kediri. Dapat ditempuh dengan mempergunakan kendaraan darat dengan waktu tempuh sekitar 45 menit - 1 jam. Desa Canggu terdiri dari lima dusun dengan keadaan topografi daratan rendah.
Luas Wilayah
Luas wilayah keseluruhan 758,785 Hektar
Visi dan Misi Desa
Visi :
Menjadikan desa Canggu menjadi desa wisata yang maju, serta didukung dengan kelestarian alam dan budaya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Misi:
- Mendapatkan aksebilitas wilayah untuk mendukung pelayanan dan pembangunan dari dan ke kabupaten serta penyiapan infrastruktur dasar.
- Mendorong, mengembangkan serta membina usaha kecil dan menengah dengan menciptakan lembaga-lembaga ekonomi rakyat.
- Membuka peluang investasi untuk pemanfaatan dan pengelolaan potensi sumber daya alam.

SEJARAH DESA CANGGU





Sejarah desa Canggu dimulai ketika jaman kerajaan mojopahit. Ada orang yang bernama Trunojoyo yang mempunyai emapat anak buah, Iromenggolo, Iropati, Gantarpati dan Irobuwono. Mereka diduga menyatroni keputren yang konon terletak di Sumber Drajat ( yang sekarang jadi pemandian Surowono). Mereka dikejar oleh para prajurit Mojopahit. Tapi karena kesaktian mereka yang bisa menghilang, mereka bisa meloloskan diri diperkirakan melalui terowongan bawah tanah ( Goa Surowono).
 - Iromenggolo lari ke Selatan, di sana ia di kepung oleh prajurit majapahit dan akhirnya tertangkap, maka desa tempat Iromenggolo tertangkap kini bernama desa Kepung. Kecamatan Kepung. 
- Iropati melawan prajurit majapahit dengan melemparkan batu bata putih dan saat ini daerah tempat Iropati tertangkap bernama Boto Putih yang masih berada di wilayah Canggu.
 - Gantar pati lari dengan mengendarai kuda kecil (belo/ anak kuda) maka daerah tempat Gantarpati ini sekarang disebut dengan daerah Bloran (belo anak jaran)
 - Dan yang terakhir adalah Irobuwono yang mendirikan kerajaan Surabuwana (Surowono Saat ini).

Sedangkan nama desa Canggu sendiri, konon ceritanya ada seorang pemuka agama Islam yang bernama Mbah Surat penasaran dengan tempat pemujaan. Ia bersemedi disekitar Candi Surabuwana. Mbah Surat memohon petunjuk karena rasa penasarannya dengan tempat pemujaan(Candi Surabuwana). Dan setelah ia bersemedi kakinya tidak bisa berjalan seperti semula, mbah Surat menjadi pincang karena telah di ganggu oleh para jin penunggu candi surabuwana, jadi menurut para sesepuh desa Canggu, asal kata Canggu adalah dari kata “Pincang amergo di ganggu”. Bisa dipastikan tokoh masyarakat yang terkenal di desa Canggu adalah dari kaum pendatang, karena melihat dari sejarah bahwa desa Canggu memang berkembang setelah datangnya empat orang pendatang. Iromenggolo, Iropati, Gantarpati dan Irobuwono.